Akses blog novitik melalui HP/Ponsel kamu dengan klik link ini: www.novitik.blogspot.com/?m=1

Rabu, 10 Agustus 2011

PEMBELAJARAN TIK (ICT) BERBASIS LINUX-FOSS

Share/Bagi FOSS singkatan dari Free (Freedom) / Open Source Software, artinya perangkat lunak atau program komputer yang tersedia bebas atau merdeka untuk digunakan dan digandakan. FOSS juga dapat dipelajari dan dikembangkan karena tersedia kode sumbernya (opened source) dan disebarluaskan untuk apa saja.

Contoh FOSS adalah Linux, yaitu sistem operasi komputer yang dilengkapi berbagai program untuk memenuhi hampir semua kebutuhan pengguna komputer, termasuk untuk pendidikan mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, kursus-kursus, hingga perguruan tinggi. Contoh Linux buatan anak bangsa: BlankOn dan IGOS Nusantara.

Keuntungan Menggunakan Linux/FOSS

1. Meningkatkan kemampuan lokal (peingkatan mutu SDM di bidang TIK).
2. Menghemat biaya pengeluaran untuk lisensi (menghemat devisa).
3. Meningkatkan keamanan nasional dan organisasi pengguna (pendidikan, pemerintah, bisnis, dan personal), karena tersedia kode program untuk dipelajari.
4. Mengurangi pelanggaran HaKI di bidang hak cipta software.
5. Memudahkan pelokalan (localization), seperti bahasa, program, dan tampilan.
6. Meningkatkan kemampuan berkompetisi SDM secara global.
7. Mengurangi total biaya kepemilikan program (TCO: Total Cost of Ownership).
8. Mengurangi ketergantungan terhadap vendor atau negara asing di bidang TIK.
9. Meningkatkan akses terhadap informasi (FOSS sangat berperan di internet, dsb.).

Kurikulum Pendidikan Nasional

Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia pada 2006 lalu mengeluarkan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) sebagai penyempurnaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dikeluarkan pada 2004. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu mata pelajaran baru di awal 2000-an. Standar kompetensi yang disebut dalam kurikulum itu sangat mendukung masuknya materi ilmu komputer berbasis Linux dan program Open Source lainnya.

Kurikulum TIK 2006 itu tidak lagi menyebut nama produk perangkat lunak, seperti dalam kurikulum pendidikan komputer di Indonesia beberapa tahun sebelumnya. Misalnya, pelajaran pengolah kata tidak menyebutkan Microsoft Word, sehingga penyelenggara sekolah dapat menggunakan OpenOffice Writer, AbiWord, Kword, dan lain-lain.

Yang lebih menarik, dalam salah satu materi pokok pelajaran TIK untuk sekolah itu terdapat materi etika dalam menggunakan teknologi informasi dan UU Hak Cipta. Akan sangat memalukan, bila pada saat pelajaran tentang etika dan hak cipta ini siswa menggunakan perangkat lunak bajakan. Di sisi lain, akan sangat berat bagi sekolah dan orang tua siswa, jika harus membayar lisensi semua perangkat lunak yang digunakan di sekolah.

Sesuai dengan panduan standar kompetensi Kurikulum 2004 (KBK) dan 2006 (KTSP), mata palajaran TIK merupakan salah satu fasilitas untuk menghasilkan siswa yang berkompeten. Maksudnya, siswa tidak hanya mampu merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, desentralisasi, dan hak asasi manusia, tapi juga mampu menggali, menyeleksi, mengolah dan menginformasikan bahan kajian yang telah diperoleh meskipun telah menyelesaikan pendidikannya. Dengan demikian, siswa memiliki bekal berupa potensi untuk belajar sepanjang hayat serta mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Dan untuk itu semua, perangkat lunak yang berbasis Linux/FOSS sangat tepat dijadikan sebagai bahan ajar.
Program Linux dan Free/Open Source Software

Sesuai dengan tujuan mata pelajaran TIK dalam Kurikulum 2004 dan 2006, berikut ini contoh beberapa program Linux untuk pendidikan dasar dan menengah.

* Teknologi Informasi dan Komunikasi umum
Materi ini meliputi pengenalan komputer dan sistem operasi, yang dapat menggunakan distro Linux populer buatan anak bangsa seperti BlankOn, IGOS Nusantara, dan Kuliax, atau distro Linux umum seperti Fedora, Ubuntu, Debian, Mandriva, openSUSE, dan Slackware.

* Aplikasi multimedia/spesifik (presentation)
Contoh aplikasi yang dapat digunakan untuk materi ini adalah Audacity untuk mengolah suara, Kino dan Kdenlive untuk mengolah video, dan OpenOffice Impress untuk presentasi.

* Pengolahan gambar (drawing)
Mengolah gambar di Linux dapat menggunakan OpenOffice Draw, Kontour, Inkscape, Krista, dan GIMP.

* Pengolah kata (Word Processor)
Linux memiliki beberapa aplikasi untuk ini, antara lain OpenOffice Writer, AbiWord, dan Kword.

* Pengolah angka (Spreadsheet)
Tersedia beberapa spreadsheet di Linux, antara lain OpenOffice Calc, Gnumeric, dan Kspread.

* Pemanfaatan database
Selain OpenOffice Base yang disertakan pada paket OpenOffice.org, MySQL dan PostgreSQL merupakan pilihan tepat untuk belajar database.

* Pemrograman
Pemrograman di Linux dapat dipenuhi oleh Python atau Gambas yang sangat mirip Visual Basic, atau PHP dan Java untuk pemrograman berbasis web, dan sebagainya.

* Pemanfaatan LAN dan Internet (email, web, dll.)
Ini materi-materi yang sangat cocok menggunakan Linux, karena semua distro Linux menyediakan aplikasi untuk jaringan, server (misal web server Apache dan mail server Postfix) dan client (web browser Firefox dan email client Evolution atau Thunderbird).

Daftar Pengganti Program Windows
Berikut ini sebagian daftar program yang jalan di Windows dan penggantinya di Linux:

1. MS Office => OpenOffice, KOffice, AbiWord, Gnumeric
2. Internet Explorer => Firefox, Konqueror
3. Outlook => Evolution, Thunderbird, KMail
4. Yahoo Messenger => Pidgin, Yahoo Messenger.
5. File/Print Sharing => Samba, NFS, CUPS
6. Photoshop => GIMP, ImageMagic
7. CorelDraw => Inkscape, Xara
8. Publisher/PageMaker/InDesign => Scribus
9. SQL Server => MySQL, PostgreSQL
10. VisualBasic/.Net => Gambas/Mono
11. ASP => PHP, Java
12. IIS Web Server => Apache Web Server
13. Exchange Server => Postfix, Sendmail, Qmail
14. WinZip => File Roller, Ark
15. DreamWeaver => NVU
16. WinAmp => XMMS, Rhythmbox
17. CoolEdit => Audacity
18. Windows Media Player => MPlayer, Totem, Xine
19. AutoCAD => QCAD, VariCAD
20. 3D Max => Blender
21. Nero => K3b, Brasero
22. MyMoney => GnuCash
23. SPSS => R-base, PSPP
24. dll.

Hambatan dan Solusi

1. Fasilitas pendidikan yang sudah kuno, misal sebelumnya menggunakan Windows 95/98 dan MS Office 97 karena komputer hanya sekelas Pentium I-II dengan RAM 64-128 MB.

Solusi: Upgrade atau tukar tambah komputer.
Solusi alternatif 1: Pasang jaringan dan komputer server sehingga komputer lama menjadi thin-client atau diskless.
Solusi alternatif 2: Pilih Linux yang ringan, seperti Damn Small Linux dengan pengolah kata Abiword, spredsheet Gnumeric, dan sebagainya.

2. Pengajar dan atau teknisi/laboran kesulitan belajar sendiri Linux dan FOSS. Solusi: Adakan pelatihan untuk guru dan teknisi/laboran.

Solusi alternatif 1: Belikan CD/DVD dan atau buku Linux untuk bahan belajar guru/teknisi secara mandiri.
Solusi alternatif 2: Ganti guru jika guru yang ada tidak mau belajar hal baru. :-)

3. Siswa atau orang tua siswa keberatan anaknya hanya belajar Linux dan FOSS.

Solusi: Jelaskan kepada siswa dan orang tua siswa bahwa setelah menguasai Linux dan OSS tidak akan kesulitan menghadapi Windows.
Solusi alternatif-1: Beli 1 lisensi Windows untuk mengenalkannya kepada siswa.

4. Printer dan atau perangkat keras lainnya tidak bekerja baik di Linux.

Solusi: Cari drivernya di internet.
Solusi alternatif-1: Tukar tambah printer atau perangkat keras dengan yang dapat dijalankan di Linux.
Solusi alternati-2: Pertahan 1 komputer Windows untuk keperluan printer dan scanner atau menjalankan program yang belum bisa diganti.
Catatan: Kalau hanya untuk printer atau scanner, bisa rugi membeli lisensi Windows, karena bisa lebih mahal daripada membeli printer atau scanner baru yang bisa dipakai di Linux.

5. Pemerintah atau pejabat dinas pendidikan tidak mendukung Linux/FOSS.

Solusi: Demo! (Demokan contoh penggunaan Linux untuk pendidikan).

Referensi: Satu & Dua

Tinggalkan Komentar
Share/Bagi

0 komentar:

Poskan Komentar

TULISKAN KOMENTAR ANDA PADA KOTAK DI BAWAH INI YA...

"Dengan bahasa yang baik ya....!"
Makasih banyak atas komentarnya.